Jakarta (25/9). PC LDII Kecamatan Penjaringan masa bakti 2026–2031 resmi dikukuhkan DPD LDII Kota Administrasi Jakarta Utara di Aula Lantai 5 Kantor Kecamatan Penjaringan, Jumat (25/9).
Dalam prosesi tersebut, sebanyak 40 pengurus resmi dilantik untuk menjalankan roda organisasi selama lima tahun ke depan, dengan H. Pujianto yang dipercaya memegang tampuk kepemimpinan sebagai Ketua PC LDII Penjaringan.
Ketua DPD LDII Jakarta Utara, Pudya Sanjaya, menegaskan agar jajaran pengurus baru bergerak cepat, solid, dan terukur. Ia mengingatkan pentingnya mengedepankan prinsip profesional religius yang berorientasi pada kerja nyata melalui delapan klaster pengabdian, yaitu kebangsaan, keagamaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan kewirausahaan, pangan dan lingkungan, energi, serta teknologi informasi.
“Pendekatan ini menjadi landasan utama untuk memperkuat kontribusi LDII sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah sekaligus menjaga kondusivitas wilayah,” ujar Pudya.
Menanggapi amanah tersebut, Ketua PC LDII Penjaringan, Pujianto, menyatakan kesiapannya untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Kami berkomitmen menjalankan program kerja terarah yang memberikan manfaat nyata bagi warga, dengan menjaga komunikasi sinergis bersama pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat,” tegas Pujianto.
Sementara itu, Camat Penjaringan, Darmawan, menyambut baik pengukuhan ini dan mengajak LDII berpartisipasi aktif menuntaskan berbagai dinamika sosial di wilayahnya, terutama penanganan isu lingkungan dan pengelolaan sampah berkelanjutan demi mendukung Jakarta sebagai kota global.
“Permasalahan di Kecamatan Penjaringan cukup kompleks. Kami mengajak LDII untuk bersama-sama mencerdaskan umat dan membangun masyarakat yang lebih baik,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran organisasi masyarakat dalam penanganan isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah.


“Kami mendorong adanya kesadaran bersama dalam pemilahan dan penanganan sampah secara bertahap dan berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang berbudaya,” pungkasnya.
Guna memperkuat kerukunan antarumat, pihak Kecamatan Penjaringan juga berencana menginisiasi forum diskusi berkala bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan merangkul berbagai organisasi masyarakat seperti LDII, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah.[ANR]

